SURABAYA // Pantaukota.com – Atmosfer politik di Senayan mendadak berimbas panas hingga ke Jawa Timur. Aliansi Madura Indonesia (AMI) melayangkan protes keras terhadap politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al-Habsyi, terkait pernyatannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI pada Selasa (7/4/2026).
Dalam forum resmi bersama Kepala BNN dan Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri tersebut, Aboe Bakar melontarkan tudingan yang dianggap sangat tendensius. Ia menyebut adanya keterlibatan Ulama dan Pesantren di Madura dalam jaringan narkotika karena tergiur keuntungan materi atau "cuan".
Baca Juga: Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Tekan KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H., menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap institusi pendidikan Islam dan simbol spiritual masyarakat Madura.
"Ini bukan sekadar menyinggung perasaan, tapi nama baik ulama dan pesantren di seluruh Pulau Madura sedang dicabik-cabik oleh pernyataan yang tidak berdasar," tegas Baihaki, Jumat (10/4/2026).
Baihaki menilai, sebagai anggota dewan di forum resmi negara, Aboe Bakar seharusnya berbicara berbasis data yang valid, bukan melempar bola panas yang menciptakan stigma negatif secara general.
AMI secara tegas menantang Aboe Bakar untuk membuktikan ucapannya. Menurut Baihaki, jika memang terdapat oknum yang terlibat, seharusnya disebutkan secara spesifik agar tidak menimbulkan fitnah massal.
Baca Juga: AMI Dukung Program Revitalisasi Sekolah di Madura, Apresiasi Kinerja Kadisdik Jatim
"Kalau memang ada oknum, silakan diproses hukum. Tapi jangan menyamaratakan. Pernyataan seperti itu sudah mengarah pada penghakiman tanpa dasar yang jelas," Lanjut Baihaki.
Lebih lanjut, AMI memberikan ultimatum kepada Sekjen PKS tersebut untuk segera memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik. Jika tidak, AMI memastikan akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
"Kami akan mempertanyakan bukti konkretnya. Jika beliau tidak bisa bertanggung jawab secara data, kami dari AMI akan mengambil langkah hukum melaporkannya atas dasar pencemaran nama baik," jelas Baihaki.
Baca Juga: AMI Soroti Dugaan Reses Enny Minarsih Digelar Usai Penutupan, Peserta Diberi Uang Saku Rp25 Ribu
Bagi masyarakat Madura, sosok Kiai dan Pesantren adalah garis merah yang tidak boleh dilintasi secara sembarangan. Baihaki menginstruksikan seluruh elemen AMI dan masyarakat Madura untuk bersiap melakukan pembelaan terhadap kehormatan guru-guru mereka.
"Saya tegaskan, ini adalah panggilan jihad. Nama baik ulama dan pesantren di Madura bukan untuk dipermainkan demi narasi politik atau sensasi di ruang rapat!" pungkasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak Aboe Bakar Al-Habsyi maupun DPP PKS belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang protes yang datang dari Jawa Timur tersebut. Redaksi *Pantaukota.com* masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Editor : Redaksi