SAMPANG | Pantaukota.com - Musim politik di Indonesia selalu menjadi salah satu momen paling dinantikan oleh masyarakat, tak kalah seru dari perhelatan Piala Dunia.
Suasananya penuh dengan dinamika, intrik, dan pergerakan yang sering kali menggelitik logika.
Salah satu fenomena yang paling diingat adalah Pilkada 2019 di kabupaten sampang, yang saat itu mempertemukan dua kubu kekuatan antara: 'tokoh blateran' dan ulama.
Baca Juga: IPTAS Berikan Selamat Atas Penetapan Cabub Cawabub Pilkada Sampang 2024
Uniknya, saat itu, kelompok blateran berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut. Kemenangan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat penduduk kabupaten sampang hampir seluruhnya beragama Islam.
Salah satu tokoh masyarakat, Nur Kholik, menyebut situasi ini bukan fenomena, melainkan sebuah tragedi politik. Dalam wawancaranya dengan jurnalis PantauKota.com pada Rabu (16/10/2024).
Nur Kholik mengatakan, "Ini bukanlah fenomena, mas, tapi ini adalah tragedi yang menimpa masyarakat kabupaten sampang. Bagaimana tidak? Penduduk kabupaten yang hampir 100 persen Muslim ini, pilkadanya justru dimenangkan oleh kelompok 'blateran."
Tidak berhenti di sana, Pilkada tahun itu juga membawa kejutan lain. Wakil petahana yang semula terasosiasi dengan kelompok 'blateran', memutuskan untuk beralih dukungan ke ulama.
Baca Juga: Pasangan Mandat Optimis Menangkan Pilkada Sampang 2024 Dengan Mendapat Nomor Urut 1.
Akibatnya, petahana yang semula bersatu kini terbelah menjadi dua kubu yang bersaing satu sama lain. Persaingan ini makin memanaskan suhu politik di kabupaten sampang.
Nur Kholik juga menyoroti peran ulama dan santri dalam kontestasi politik ini.
Ia mempertanyakan, "Apakah ulama dan para santri di kabupaten ini memilih golput atau malah TERKUSIRKAN ?"
Mengingat bahwa data tahun 2021 menunjukkan sekitar 99,88% penduduk di kabupaten sampang beragama Islam, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai arah politik lokal dan kesadaran politik masyarakatnya.
Kini, dengan mendekatnya Pilkada 2024, banyak yang bertanya-tanya, apakah skema politik yang sama akan kembali terulang? Apakah ulama akan kembali menjadi pusat gravitasi politik, atau justru kelompok lain yang akan muncul sebagai pemenang?
Fenomena ini tentu akan terus menarik perhatian masyarakat, dan kabupaten Sampang. akan menjadi salah satu sorotan utama dalam peta politik lokal tahun ini.
Pantau terus perkembangan terkini untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kontestasi politik di kabupaten ini akan berlanjut.
Editor : Redaksi