Surabaya – Ketua LPAS (Lembaga Pemantau dan Analisis Strategis), Iwan Suga, mengecam keras keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga tidak memenuhi standar gizi dalam penyediaan makanan bagi siswa.
Sabtu, 7 Maret 2026
Menurut Iwan, pemerintah harus bertindak tegas dengan menutup sementara operasional dapur SPPG yang terbukti memberikan menu makanan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Jika ada dapur SPPG yang tidak memenuhi standar dan memberikan menu kepada siswa secara sembarangan, maka sebaiknya segera ditutup. Bahkan jika terbukti ada penyimpangan, kepala dapurnya harus diproses hukum,” tegas Iwan dalam keterangannya.
Ia menilai, penyediaan makanan yang tidak sesuai standar gizi dapat dikategorikan sebagai bentuk penyalahgunaan anggaran negara. Sebab, program pemenuhan gizi bagi siswa menggunakan dana dari pemerintah yang seharusnya dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Jika SPPG memberikan menu yang tidak sesuai standar, maka hal itu patut diduga sebagai bentuk korupsi. Pemerintah tidak boleh ragu untuk menindak tegas, termasuk memenjarakan pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti melakukan penyimpangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan juga mengajak masyarakat untuk turut melakukan pengawasan terhadap operasional dapur SPPG yang telah berjalan di berbagai daerah. Menurutnya, partisipasi publik sangat penting agar program peningkatan gizi bagi siswa dapat berjalan sesuai tujuan
“Karena menggunakan anggaran negara, maka sangat wajar jika masyarakat ikut memantau. Jika ada SPPG yang bertindak semaunya dan memberikan makanan tanpa kualitas yang baik, segera laporkan. Hal tersebut bisa masuk kategori penyimpangan,” katanya.
LPAS berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh dapur SPPG agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar gizi yang telah ditentukan. Program pemenuhan gizi ini dinilai sangat penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak sekolah.
Editor : Redaksi