Dari Tertatih Hingga Tegak Berdiri, Ikhtiar dan Doa di Balai RW 03 Simolawang

Reporter : Anam
Berbaju pink Syaiful Bahri Ketua RW 03 Simolawang

SURABAYA || Pantaukota.com – Suasana Balai RW 03 Simolawang pada Minggu, 18 Januari 2026, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan. Ada yang digandeng juga dipapah oleh kerabatnya, bahkan ada yang harus berhenti sejenak sebelum melangkah masuk. Di wajah mereka, tergambar satu harapan yang sama, ingin sembuh dan bisa beraktivitas normal kembali.

Di tempat sederhana itulah, BNPM (Barisan Nasional Pemuda Madura) melalui DPP, DPW Jawa Timur, dan DPD Kota Surabaya, hadir bersama RW 03 Simolawang, Karang Taruna, serta Majelis Sholawat Tresnah, menggelar bakti sosial pengobatan alternatif Islami. Sebuah ikhtiar kemanusiaan yang memadukan doa, kepedulian, dan keikhlasan.

Baca juga: BNPM DPC Gubeng Bagikan Makanan Gratis Malam Jumat

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Syaiful Bahri, Ketua RW 03 Simolawang sekaligus Ketua Majelis Sholawat Tresnah. Bagi Syaiful Bahri, kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kepada warganya.

“Kami ingin Balai RW ini bukan hanya tempat rapat, tapi menjadi rumah harapan. Saat warga sakit dan kesulitan, kami wajib hadir dan membersamai,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pengobatan alternatif Islami ini dilakukan dengan niat ibadah, mengedepankan doa dan keyakinan kepada Allah SWT.

“Kami percaya, ikhtiar yang disertai doa dan keikhlasan akan membuka jalan pertolongan dari Allah,” tambahnya.

Pengobatan alternatif Islami dipandu oleh Gus Nurhasan, Ketua Paguyuban Pengobatan Alternatif Sinau Ikhlas, ia juga merupakan Dewan Kehormatan dan Pembina BNPM. Dengan pendekatan spiritual, lantunan doa, serta metode pengobatan Islami, Gus Nurhasan melayani warga satu per satu dengan penuh ketenangan.

“Yang kami lakukan hanyalah ikhtiar. Kami mengajak pasien untuk pasrah dan yakin kepada Allah SWT. Kesembuhan bukan dari manusia, tapi dari yang maha segalanya,” tutur Gus Nurhasan.

Menurutnya, sakit sering kali bukan hanya soal fisik, tetapi juga beban batin.

“Ketika hati ditenangkan, doa dipanjatkan, dan niat diluruskan, insyaallah Allah mudahkan jalan kesembuhan,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi BNPM yang dinilainya konsisten membawa nilai keislaman dan kemanusiaan dalam setiap gerakannya.

Baca juga: BNPM Surabaya berbagi ta'jil di bulan penuh barokah

Ketua DPD BNPM Kota Surabaya, Agus Arifin, yang hadir mewakili seluruh jajaran BNPM, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata keberpihakan organisasi kepada masyarakat kecil.

“BNPM tidak ingin hanya dikenal lewat spanduk atau seremonial. Kami ingin hadir langsung, menyentuh, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Agus Arifin.

Ia menyebutkan bahwa bakti sosial ini sejalan dengan semangat BNPM sebagai organisasi kepemudaan yang menjunjung nilai keislaman, persatuan, dan pengabdian sosial.

“Kami bergerak karena panggilan iman dan kemanusiaan. Selama rakyat membutuhkan, BNPM akan terus hadir,” tambahnya.

Salah satu momen paling mengharukan datang dari Ibuk Juhairiyah warga Bonowati Gg. II penerima manfaat yang sebelumnya mengeluhkan sulit berdiri dan berjalan. Ia datang dengan langkah tertatih, wajah menahan rasa sakit. Setelah menjalani pengobatan dan doa, ia perlahan mencoba berdiri dan berhasil melangkah dengan lebih normal.

Baca juga: Ormas kesukuan Madura Berbagi di bulan penuh Berkah

“Awalnya saya tidak kuat berdiri, kaki terasa lemas dan nyeri. Setelah didoakan dan diobati, alhamdulillah badan terasa ringan, bisa jalan lagi,” ungkapnya sambil menahan haru.

Air mata syukur mengalir, disambut lirih doa dan ucapan alhamdulillah dari warga sekitar. Momen itu menjadi saksi bahwa ikhtiar yang disertai doa mampu menumbuhkan harapan baru.

Bakti sosial ini ditutup dengan doa bersama, memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga. Balai RW 03 Simolawang hari itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang ikhtiar, ruang doa, dan ruang kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, BNPM bersama masyarakat Simolawang menegaskan satu pesan penting:

ketika kepedulian bertemu dengan keikhlasan, dan ikhtiar disertai doa, maka harapan selalu menemukan jalannya.

Editor : Redaksi

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru