pantaukota.com skyscraper
pantaukota.com skyscraper

NU Tolak HTI Aktif Kembali Demi NKRI

avatar pantaukota.com
pantaukota.com leaderboard

Surabaya, pantaukota.com - Menyikapi adanya gerakan yang di ciptakan oleh organisasi terlarang yaitu HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dengan mengatasnamakan majelis Ta'lim yang akan menggelar Tabligh Akbar dan arak arakan di Surabaya hal ini mulai meresahkan dan membuat gaduh masyarakat khususnya kaum muslimin kota.Aksi yang akan di selenggarakan pada 22 Maret 2023 dengan selebaran pamflet menjadi perhatian bagi sejumlah tokoh untuk angkat bicara dalam memberikan sikapnya sebagaimana yang termaktub bahwa organisasi HTI ini adalah Organisasi terlarang, bahkan sudah di bubarkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.Selasa, 21 Maret 2023

Dalam kesempatan ini KH DR. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag. menyatakan dengan tegas bahwa gerakan seperti ini patut di waspadai, sehingga seluruh elemen masyarakat sangatlah berperan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di kota Surabaya.

Baca Juga: Keren, Program CHATour Travel Bisa Akses Down Payment

"Ini merupakan bukti nyata bahwa sel sel Hizbut Tahrir Indonesia masih tumbuh subur di majelis majelis Ta'lim. Mereka kalangan Radikal dan sparatis tentu membawa isu khilafah dengan strategi membajak kegiatan dakwah islam dengan memasukan paham paham intoleran, Taghfiri tentu saja kemudian menggunakan soliditas untuk di arahkan kepada membangun khilafah dan ini jelas jelas bertentangan dengan NKRI,oleh karena itu harus ada penyelesaian yang komprehensif agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mengancam keamanan nasional." Tutur Tokoh NU ini.

Baca Juga: Ini Peluang Usaha Modal Kecil Yang Bagus Untuk Pemula

Selanjutnya KH Muhibin Zuhri juga berharap agar penegak hukum dapat bertindak tegas dengan menghalau perijinan yang mereka ajukan setiap akan berkegiatan."Dalam hal ini penegak hukum harus bisa melakukan tindakan tegas tanpa kompromi, jika mereka mengajukan ijin untuk melakukan kegiatan jangan sampai di ijinkan, bahkan segera lacak dan identifikasi dan tangkap. Lalu berikutnya kelompok masyarakat sipil society terutama kaum muslimin yang setia terhadap NKRI harus mengkonsilidir diri melalui aktifitas dakwah yang lebih masif untuk memagari umatnya dan menyebarkan islam yang Toleran, islam yang penuh kedamaian yang rahmatan lil alamin, membuka literasi warga terhadap ancaman dan bahaya paham paham Ekstrimis, Radikal dan anti NKRI. Karena NKRI adalah bagian dari Cita Cita kaum muslimin di Indonesia yang tidak boleh di ingkari oleh kaum muslimin itu sendiri." Papar KH Muhibin Zuri kepada awak media.

Selain menjadi tokoh NU, KH Muhibin Zuri juga menjadi seorang Dosen di UINSA. ini merupakan sebuah bukti nyata bahwa keilmuan dalam islam sangatlah kompleks dan begitu luas, jadi sangatlah tidak tepat jika islam yang begitu agung harus di kerdilkan dengan istilah KHILAFAH yang berkutat pada satu kelompok dan golongan saja. (Red)

Baca Juga: Apa Itu Arsitektur?

Editor : pantaukota.com

pantaukota.com skyscraper