MALANG || Pantaukota.com — Yayasan Insani Hafidz Qur’an Kupang menggelar kegiatan Rihlah Guru TPQ–Madin Al Hafidz selama dua hari, Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026, di sejumlah destinasi wisata di Malang.
Mengusung tema “Refreshing Hati, Eratkan Silaturahmi, Tingkatkan Semangat Mengabdi”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para guru untuk sejenak melepas kepenatan dari rutinitas mengajar, mempererat ukhuwah, sekaligus menyegarkan kembali semangat dalam menjalankan amanah pendidikan dan pengabdian kepada umat.
Dalam kegiatan ini, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Offroad Coban Talun, Petik Apel, dan Malang Sky Land. Selain rekreasi, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan, berbagi cerita, membangun kekompakan, serta memperkuat rasa kekeluargaan antara para guru dan pengurus yayasan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus Yayasan Insani Hafidz Qur’an Kupang, yakni Pembina Yayasan Chusni Amaludin, M.Pd., Ketua Yayasan Muhammad Nasrullah, M.Pd., Sekretaris Yayasan M. Nasir, S.Pd., Bendahara Yayasan Mariatul Qibtiyah, serta Pengawas Yayasan Andik Kusworo.
Ketua Yayasan Insani Hafidz Qur’an Kupang, Muhammad Nasrullah, M.Pd., menyampaikan bahwa rihlah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan wisata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus membangkitkan kembali semangat para guru dalam mengabdi.
“Bapak dan Ibu guru adalah bagian penting dari perjalanan Yayasan Insani Hafidz Qur’an. Pengabdian yang selama ini diberikan, terutama dalam mendidik dan membimbing generasi Qur’ani, merupakan amal yang sangat mulia. Karena itu, sesekali kita perlu berhenti sejenak untuk menyegarkan hati, mempererat silaturahmi, dan menguatkan kembali semangat kebersamaan,” ujar Muhammad Nasrullah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan energi positif kepada seluruh guru setelah kembali menjalankan aktivitas pembelajaran.
“Mari kita jadikan rihlah ini sebagai momentum untuk semakin kompak, saling menghargai, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun lembaga yang lebih baik. Semoga setelah pulang dari kegiatan ini, kita membawa hati yang lebih bahagia, pikiran yang lebih segar, dan semangat yang lebih kuat untuk mengabdi,” katanya.
Muhammad Nasrullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan pengurus yang selama ini telah berkontribusi dalam kemajuan Yayasan Insani Hafidz Qur’an.
“Semoga kebersamaan ini menjadi keberkahan bagi kita semua. Semoga Allah SWT menjaga ukhuwah kita, memberikan kesehatan, melapangkan rezeki, dan menjadikan setiap langkah pengabdian kita sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya.
Melalui Rihlah Guru TPQ–Madin Al Hafidz, Yayasan Insani Hafidz Qur’an Kupang berharap tercipta suasana kerja yang semakin harmonis, penuh kekeluargaan, dan saling mendukung.
Rihlah menjadi pengingat bahwa para guru tidak hanya membutuhkan semangat dalam mengajar, tetapi juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, bersilaturahmi, dan mengisi kembali energi positif.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, seluruh keluarga besar TPQ–Madin Al Hafidz diharapkan semakin siap melanjutkan perjuangan dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, serta memberikan manfaat bagi umat.
“Bersama untuk lebih kuat dan hebat. Refreshing hatinya, erat silaturahminya, meningkat semangat pengabdiannya.”
Editor : Redaksi